HUBUNGAN ANTARA DIMENSI PERSEPSI SAKIT DENGAN PERILAKU COMPLIANCE DALAM PENGOBATAN PASIEN PENDERITA GAGAL GINJAL KRONIK (GGK) YANG MENJALANI HEMODIALISA DI RS UMUM DAERAH A. WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA


Penulis

Noer Atina Afdhalia


Abstract / Deskripsi:
Latar Belakang : Tindakan hemodialisa secara tidak langsung mempengaruhi persepsi sakit pasien gagal ginjal kronik. Persepsi sakit erat hubungannya dengan perilaku compliance, sehingga sangat dibutuhkan dengan memiliki persepsi yang baik agar berperilaku patuh terhadap pengobatan yang diberikan untuk kesembuhannya.Tujuan : Mengetahui hubungan antara persepsi sakit dengan perilaku compliance dalam pengobatan pasien Gagal Ginjal Kronik (GGK) yang menjalani hemodialisa di RS Umum Daerah A. Wahab Sjahranie Samarinda. Metode : Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel diambil sesuai kriteria inklusi yaitu 57 responden. Analisis data meliputi analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square. Hasil : Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan dimensi persepsi sakit dengan perilaku compliance (dimensi identitas = 0.005, akut kronik = 0.028, siklis = 0.017, konsekuensi = 0.033, kontrol pribadi = 0.031, kontrol pengobatan = 0.002, koherensi = 0.002, emosi = 0.004) dimana nilai p value < 0.05 dan tidak ada hubungan dimensi penyebab gagal ginjal yaitu 0. 515 = > 0.05 dengan dengan perilaku compliance pada pasien GGK yang menjalani pengobatan hemodialisa Di RS Umum Daerah A. Wahab Sjahranie Samarinda Kesimpulan : Hasil penelitian diharapkan pasien dapat mengembangkan tujuan kepatuhan serta memiliki keyakinan dan sikap yang positif terhadap suatu penatalaksanaan pengobatannya

Pembimbing Siti Khoiroh Muflihatin
Kategori s1 keperawatan ,
Kata kunci compliance , dimensi persepsi sakit , gagal ginjal kronik (ggk) , haemodialisa ,
Penerbit Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Tahun 2018-02-08
Bahasa indonesia
Jenis skripsi
Halaman 147 Halaman
Hak Cipta Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur