HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN PENDIDIKAN DENGAN KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI KELURAHAN LEMPAKE SAMARINDA UTARA


Penulis

Andi Rizal


Abstract / Deskripsi:
Latar belakang : Ditinjau dari karateristik geografis dan geologis, wilayah indonesia merupakan salah satu kawasan rawan bencana banjir. Sekitar 30% dari 5.000 sungai besar yang ada di indonesia melintasi kawasan penduduk padat. Adanya faktor perubahan iklim, tata guna lahan dan kenaikan permukaan air laut seringkali meningkatkan kemungkinan terjadinya banjir pada saat musim penghujan. Banjir pada umumnya terjadi karena faktor kondisi dan peristiwa alam maupun pengaruh kegiatan manusia (dewi, 2010). Tujuan : Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan pendidikan dengan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana banjir di kelurahan lempake samarinda utara. Metode : Jenis penelitian ini adalah penlitian kuantitatif dengan rancangan descriptive correlational dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 19 (sembilan belas) RT yang sering mengalami bencana banjir dari 48 RT yang ada. Jumlah kepala keluarga pada 19 RT tersebut berjumlah 1.501 kepala keluarga. Pengambilan sampel dalam penelitian ini sendiri menggunakan metode purposive sampling. Teknik sampling dalam pengambilan data ini menggunakan Stratified Propotional Random Sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah mengumpulkan data berupa angket. Analisa meliputi analisa univariat dan analisa bivariat menggunakan Chi Square/ Chi Kuadrat. Hasil :Hasil analisis bivariat menggunakan Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir yaitu p= 0,000 <α=0,05, dan ada hubungan yang signifikan antara pendidikan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir yaitu p= 0,000 <α=0,05. Kesimpulan : Dari hasil analisa variabel ditemukan adanya suatu hubungan antara pengetahuan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir dan adanya hubungan antara pendidikan dengan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir. Disarankan bagi masyarakat perlu mengikuti simulasi yang diadakan oleh Destana Kelurahan dan oleh BPBD Kota Samarinda, masyarakat diharapkan untuk membuat program simulasi banjir agar dapat meningkatkan sikap yang siap siaga untuk menghadapi bencana banjir.

Pembimbing Maridi M. Dirdjo
Kategori d3 keperawatan ,
Kata kunci kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir , pendidikan , pengetahuan ,
Penerbit Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Tahun 2017-07-27
Bahasa indonesia
Jenis skripsi
Halaman 14 Halaman
Hak Cipta Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur