PENGARUH PEMBERIAN PROMOSI KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN DALAM MENJAGA KEBERSIHAN ORGAN GENETALIA PADA SISWA-SISWI SMP NEGERI 2 TENGGARONG


Penulis

Indah Majid


Abstract / Deskripsi:
Latar Belakang: Remaja atau adolescent adalah periode diantara pubertas dan selesainya pertumbuhan fisik, secara kasar mulai dari usia 11 tahun sampai 19 tahun. Masa remaja merupakan masa pencarian jati diri seseorang dalam rentang masa kanak-kanak sampai dewasa. Pada masa ini, pola pikir dan tingkah laku remaja sangat berbeda pada saat masih kanak-kanak. Pada masa ini diharapkan remaja mulai memperhatikan kesehatan diri (Personal Hygiene) terutama kesehatan reproduksi. Keadaan kesehatan reproduksi di Indonesia saat ini masih belum seperti yang diharapkan. Selain berdampak secara fisik juga dapat berpengaruh terhadap kesehatan mental, emosi, keadaan ekonomi, dan kesejahteraan sosial. Organ reproduksi merupakan organ yang sensitive dan memerlukan perawatan khusus, sedangkan pengetahuan mengenai organ reproduksi kadang dianggap tabu oleh remaja. Pengetahuan dan perawatan organ reproduksi merupakan faktor penentu dalam memelihara kesehatan reproduksi. Maka peneliti sangat tertarik untuk melakukan suatu penelitian yang berjudul “Pengaruh Promosi Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan Dalam Menjaga Kebersihan Organ Genitalia Pada Siswi SMP Negeri 2 Tenggarong. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh promosi kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dalam menjaga kebersihan organ genitalia di SMP Negeri 2 Tenggarong. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan penelitian Quasi Eksperimen (Eksperimen Semu) dengan rancangan Non-equivalent Control Group Design. Pengambilan sampel menggunakan Random Sampling dengan teknik Stratified Random Samping, dengan jumlah sampel sebanyak 102 responden. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian: Hasil dari penelitian ini didapatkan untuk pengetahuan kelompok kontrol sebelum dilakukan promosi kesehatan mempunyai nilai Mean (13.70), Median (14.00), SD (1.56), SE (0.21), CI 95% (13.26-14.14), sedangkan pada kelompok perlakuan mempunyai nilai Mean (13.92), Median (14.00), SD (1.64), SE (0.23), CI 95% (13.45-14.38). Dan setelah dilakukan promosi kesehatan pada kelompok kontrol mempunyai nilai Mean (14.01), Median (14.00), SD (1.80), SE (0.25), CI 95% (14.01-14.52) dan pada kelompok perlakuan mempunyai nilai Mean (17.29), Median (17.00), SD (0.72), SE (0.10), CI 95% (17.08-17.49). Menurut asumsi peneliti, bahwa pada dasarnya terdapat pengaruh yang bermakna antara pemberian promosi kesehatan terhadap pengetahuan dalam menjaga kebersihan organ genitalia dengan tingkat kesalahan (alpha) 0.05 dengan uji Paired T Test, hasil p value yang didapatkan signifikan 0.0 yang berarti p value < 0.05, maka disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara rata-rata pengetahuan sebelum dan sesudah dilakukan kontrol. Kesimpulan: Pengetahuan yang dimiliki siswi mengenai kesehatan reproduksi terutama dalam menjaga kebersihan organ genitalia adalah baik.

Pembimbing Sholichin , Rini Ernawati
Kategori s1 keperawatan ,
Kata kunci kesehatan reproduksi , pengetahuan , remaja , smp negeri 2 tenggarong. ,
Penerbit Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Tahun 2017-01-13
Bahasa indonesia
Jenis skripsi
Halaman 19 Halaman
Hak Cipta Universitas Muhammmadiyah Kalimantan Timur