HUBUNGAN STIGMA DENGAN SIKAP MASYARAKAT PADA ORANG DENGAN GANGGUAN JIWA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS JUANDA SAMARINDA


Penulis

Ahmad Irfan Anwar


Abstract / Deskripsi:
Dari studi pendahuluan wawancara yang dilakukan di RT 30 dan 34 Kelurahan Air Hitam Samarinda , 3 orang mengatakan sebaiknya orang dengan gangguan jiwa dikurung saja dirumah, 4 orang dari mereka mengatakan merasa terganggu dengan ancaman dari orang dengan gangguan jiwa saat kambuh tetapi mereka mengacuhkan saja agar tidak diganggu. Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, mengajak seluruh jajaran kesehatan untuk segera dapat melaksanakan Empat Seruan Nasional Stop Stigma dan Diskriminasi terhadap ODGJ. Untuk mengetahui hubungan stigma dengan sikap masyarakat pada orang dengan gangguan jiwa di wilayah kerja puskesmas juanda samarinda. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional dengan 212 peserta. Pengumpulan data dengan cara mengisi quesioner yang telah disusun oleh peneliti. Selanjutnya data yang telah terkumpul diolah dengan analisa univariate dan bivariate dalam software komputer. Stigma masyarakat sebesar 56,6% menerima dan sisanya sebesar 43,4% tidak menerima ODGJ, lalu sikap masyarakat sebesar 50,5% bersikap baik dan sebesar 49,5% bersikap buruk pada ODGJ. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara stigma dengan sikap masyarakat pada orang dengan gangguan jiwa di wilayah kerja puskesmas juanda samarinda dengan signifikansi p = 0,904 (p>0,05). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara stigma dengan sikap masyarakat pada orang dengan gangguan jiwa di wilayah kerja puskesmas juanda samarinda.

Pembimbing Ramdhany Ismahmudi
Kategori s1 keperawatan ,
Kata kunci gangguan jiwa , masyarakat , sikap , stigma ,
Penerbit Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Tahun 2017-08-01
Bahasa indonesia
Jenis skripsi
Halaman 12 Halaman
Hak Cipta Universitas Muhammmadiyah Kalimantan Timur