HUBUNGAN ANTARA FAKTOR GENETIK DAN RIWAYAT PENYAKIT GASTROINTESTINAL DENGAN KEJADIAN SYNDROMA DISPEPSIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SUNGAI SIRING KECAMATAN SAMARINDA UTARA


Penulis

Renny Aprillia


Abstract / Deskripsi:
Latar Belakang : Dispepsia merupakan suatu kondisi yang ditandai dengan nyeri atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas atau dada. Dispepsia disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya genetik terjadi adanya kencenderungan interaksi polimorfisme gen dan infeksi Helicobacter pylori pada pasien dispepsia. Riwayat penyakit gastrointestinal pada sindrom dispepsia yaitu seseorang yang memiliki riwayat gangguan lambung sebelumnya akan rentan mengalami gejala dispepsia. Dari hasil studi pendahuluan bulan September 2017, didapatkan hasil analisa sebagian besar responden di Puskesmas Sungai Siring mengalami dispepsia yang dipengaruhi peran faktor genetik dan riwayat penyakit gastrointestinal, sehingga perlu dilakukan penelitian mengenai hubungan antara faktor genetik dan riwayat penyakit gastrointestinal dengan kejadian sindroma dispepsia di wilayah kerja Puskesmas Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara. Tujuan Penelitian : Mengetahui hubungan antara faktor genetik dan riwayat penyakit gastrointestinal dengan kejadian sindroma dispepsia di wilayah kerja Puskesmas Sungai Siring Kecamatan Samarinda Utara. Metode penelitian : Jenis penelitian adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian menggunakan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling didapatkan hasil sebanyak 93 responden. Data dikumpulkan menggunakan data demografi, kuesioner dan lembar observasi. Teknik analisa data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil dan Kesimpulan Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik dengan Spearman Rank menunjukkan bahwa faktor genetik dengan kejadian sindrom dispepsia didapatkan nilai p hitung (0.000) < r tabel (0.05) maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara faktor genetik dengan syndroma dispepsia. Kekuatan nilai korelasi Spearman sebesar (0.895) yang berarti kekuatan korelasi antara kedua variabel tersebut sangat kuat. Sedangkan riwayat penyakit gastrointestinal didapatkan nilai p hitung (0.000) > r tabel (0.05) maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang bermakna antara riwayat penyakit gastrointestinal dengan syndroma dispepsia. Kekuatan nilai korelasi Spearman sebesar (0.661) yang berarti kekuatan korelasi antara kedua variabel tersebut kuat.

Pembimbing Andri Praja Satria
Kategori s1 keperawatan ,
Kata kunci faktor genetik , riwayat penyakit gastrointestinal , syndroma dispepsia ,
Penerbit Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Tahun 2018-08-07
Bahasa indonesia
Jenis skripsi
Halaman 117 Halaman
Hak Cipta Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur