HUBUNGAN PENERAPAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK PERAWAT DENGAN TINGKAT KECEMASAN ORANG TUA ANAK USIA TODDLER DI RUANG MELATI RSUD ABDUL WAHAB SJAHRANIE SAMARINDA TAHUN 2015


Penulis

Mukhlis Adi Putra


Abstract / Deskripsi:
Latar Belakang : William J Seiller sebagaimana dikutip oleh Mundakir (2006) mendefinisikan bahwa komunikasi adalah proses yang mana simbol verbal dan non verbal dikirimkan, diterima dan diberi arti. Komunikasi keperawatan adalah suatu pengalaman bersama antar perawat-klien yang bertujuan untuk menyelesaikan masalah klien. Maksud komunikasi adalah mempengaruhi perilaku orang lain (Keliat, 2009). Kecemasan adalah respon emosional terhadap penilaian yang menggambarkan keadaan khawatir, gelisah, takut, tidak tentram disertai keluhan fisik (Comer, 2008). Penelitian : mengetahui hubungan penerapan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan orang tua anak usia toddler di Ruang Melati RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda . Metode Penelitian : penelitian dengan metode deskriptif korelasional menggunakan Cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling, dengan jumlah sampel penelitian 87 responden, sedangkan instrumen penelitian data menggunakan kuesioner, pada analisa bivariat menggunakan fisher ‘s exact. Hasil Penelitian : hasil penelitian didapatkan dari 87 responden yang komunikasi terapeutiknya baik responden yang mengalami tingkat kecemasan ringan sebanyak 47 responden (59.5%) dan yang mengalami kecemasan berat sebesar 32 responden (40.5%). Dari 8 penerapan komunikasi yang kurang baik dengan tingkat kecemasan ringan sebesar 5 responden (62.5%) sedangkan yang yang memiliki tingkat kecemasan berat sebesar 3 responden (37.5%). dengan hasil p value = 1.000 yaitu lebih besar dari 0.05 yang artinya tidak ada hubungan yang signifikan antara penerapan komunikasi terapeutik perawat dengan tingkat kecemasan orang tua anak usia toddler di ruang Melati RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda. Hasil Odd Ratio diperoleh nilai 0.881 yang menunjukan bahwa komunikasi terapeutik perawat yang baik memiliki peluang 0.881 kali untuk membuat orang tua memiliki kecemasan ringan dibandingkan dengan yang memiliki komunikasi terapeutik perawat yang kurang baik. Nilai CI 95% berada direntang minimum dengan nilai 0.197 - 3.950.Kesimpulan : Dari hasil penelitian, didapatkan sebagian besar perawat memiliki penerapan komunikasi terapeutik yang baik dengan tingkat kecemasan ringan pada orang tua.

Pembimbing Rini Ernawati, Rusni Masnina
Kategori s1 keperawatan ,
Kata kunci kecemasan , komunikasi terapeutik , toddler ,
Penerbit Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur
Tahun 2015-02-10
Bahasa indonesia
Jenis skripsi
Halaman 101 Halaman
Hak Cipta UniversitasMuhammadiyah Kalimantan Timur